
PONTIANAK, 23 Februari 2026 — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak secara resmi menyelenggarakan rapat finalisasi draf Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029 sebagai instrumen fundamental pengembangan institusi lima tahun ke depan. Agenda yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Lantai 4 ini melibatkan seluruh jajaran pimpinan, termasuk Kepala Pusat Perpustakaan, dalam merumuskan arah kebijakan strategis yang adaptif dan akuntabel.
Rapat koordinasi ini difokuskan pada penyempurnaan dokumen Renstra serta tindak lanjut Perjanjian Kinerja (Perkin) Rektor. Forum tersebut menghadirkan jajaran pimpinan komprehensif, mulai dari Ketua Senat, para Wakil Rektor, hingga para Dekan dan Kepala Unit/Lembaga di lingkungan IAIN Pontianak. Keterlibatan aktif unsur perpustakaan dalam momentum ini menegaskan posisi vital perpustakaan sebagai jantung sumber daya akademik yang mendukung transformasi kelembagaan di era digital.
Melalui diskusi kolaboratif lintas unit kerja, forum ini berupaya memastikan bahwa dokumen Renstra 2025–2029 mampu menjadi peta jalan (roadmap) yang kokoh. Fokus utama pengembangan meliputi penguatan tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi masa depan serta responsif terhadap dinamika transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat mengantarkan IAIN Pontianak menuju institusi yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.
Menyikapi peran strategis unit dalam perencanaan jangka panjang institusi, Kepala Pusat Perpustakaan IAIN Pontianak, Dr. Muhammad Hardi HR, S.Pd.I., M.A., memberikan perspektif yang humanis mengenai tanggung jawab layanan.
“Bagi kami di perpustakaan, pelibatan dalam penyusunan Renstra ini adalah amanah besar untuk memastikan bahwa kebutuhan literasi mahasiswa dan dosen terakomodasi secara visioner. Saya secara pribadi merasakan energi kolaboratif yang luar biasa dalam forum ini; ada rasa kepemilikan bersama yang sangat kuat terhadap masa depan institusi kita. Kami tidak ingin hanya menjadi pendukung administratif, namun ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang tertuang dalam Renstra benar-benar berdampak nyata pada kemudahan akses ilmu pengetahuan bagi seluruh keluarga besar IAIN Pontianak,” ungkap Dr. Muhammad Hardi.
Penyelesaian dokumen Renstra ini menandai langkah awal komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan kompetitif.
