Implementasi Standar Global: Perpustakaan IAIN Pontianak Sukses Jalani Surveillance Audit ISO 9001 & 21001

PONTIANAK, 27 November 2025Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak secara resmi berhasil menyelesaikan tahapan surveillance audit untuk Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan ISO 21001:2018. Agenda rutin yang berlangsung pada 26–27 November 2025 ini dipimpin oleh Bapak Lentera Sukma Mahardika, S.I.P., M.A., selaku tim auditor dari PT Decra Group Indonesia.

Proses audit ini merupakan mekanisme evaluasi periodik untuk memastikan konsistensi penerapan standar mutu internasional dalam layanan perpustakaan. Seluruh instrumen penilaian, yang mencakup delapan standar utama, telah disiapkan secara intensif oleh manajemen perpustakaan. Fokus penilaian meliputi:

  • Standar 1 & 2: Manajemen koleksi dan pengorganisasian teknis perpustakaan.

  • Standar 3 & 4: Kualitas sarana prasarana serta efektivitas pelayanan pemustaka.

  • Standar 5 & 6: Strategi promosi, literasi informasi, dan kompetensi tenaga perpustakaan.

  • Standar 7 & 8: Tata kelola penyelenggaraan serta aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan kerja.

Auditor Lentera Sukma Mahardika memberikan apresiasi tinggi atas transparansi dan akurasi data yang disajikan oleh tim. Beliau menyatakan kepuasannya terhadap presentasi data yang dinilai komprehensif, terstruktur, dan disajikan dengan respons yang sigap oleh seluruh staf. Keberhasilan ini menegaskan bahwa mekanisme kendali mutu di unit perpustakaan telah berjalan sesuai dengan koridor regulasi internasional.

Menyikapi pencapaian ini, Kepala Pusat Perpustakaan IAIN Pontianak, Dr. Muhammad Hardi HR, S.Pd.I., M.A., memberikan tanggapan yang menyentuh sisi manajerial sekaligus humanis.

“Keberhasilan ini bukan sekadar tentang pemenuhan sertifikasi di atas kertas, melainkan bukti nyata dari dedikasi dan kekompakan rekan-rekan tim perpustakaan dalam melayani. Saya melihat sendiri bagaimana setiap staf bekerja dengan hati untuk memastikan data tersedia tanpa cela. Saya berharap standar yang telah kita capai ini menjadi tradisi baik yang membawa keberkahan, sehingga perpustakaan tidak hanya profesional secara administratif, tetapi benar-benar menjadi tempat yang hangat dan solutif bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik mereka,” ungkap Dr. Muhammad Hardi.

Pencapaian ini diharapkan mampu memperkuat posisi IAIN Pontianak dalam memperkokoh ekosistem akademik yang berkualitas, sekaligus menjadi pijakan strategis menuju transformasi institusi yang lebih kompetitif di tingkat global.

Tatik Hartati

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top